Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

BULAN MAULID di KAMPUNG HALAMAN

Gambar
  Bulan ini maulid tahun ini bertepatan dengan bulan Agustus yang juga bulan kemerdekaan bangsa Indonesia. Seperti tahun tahun sebelumnya, perayaan maulid Nabi SAW di kampung halaman saya berlangsung meriah, penuh hikmah dan syarat manfaat. Semua warga kampung bahu membahu menyediakan berbagai jenis pangan konsumsi khas bulan maulid, seperti ceroboh, nasi kuning, dan berbagai jajanan lainnya. Salah satunya ibu saya yang sudah mempersiapkan jauh jauh hari sebelumnya. Perayaan maulid di kampung saya diusung Rumeneng berlangsung di masjid Almunawarah, penceramah kali ini berasal dari Praya simLombok Tenagah, Tuan Guru yang sudah kondang dan begitu fasih menyampaikan hakikat maulid dan nasehat keagamaan. 

Mendengar Jokowi Di Bocor Alus Politik TEMPO

 MENDENGAR JOKOWI DI BOCOR ALUS  POLITIK TEMPO Oleh Denny JA Suatu hari, kekuasaan berakhir. Pintu istana menutup. Pasukan kehormatan berhenti memberi hormat. Tetapi seorang mantan presiden masih terbangun membawa ingatan jutaan manusia. Telepon masih berdering. Tokoh masih datang. Pendapatnya masih dicari. Pertanyaannya berubah: setelah tak lagi berkuasa, untuk apakah seluruh pengaruh itu digunakan? Pertanyaan itu muncul kembali ketika saya mendengar percakapan panjang Joko Widodo dengan tim Bocor Alus Politik Tempo di rumahnya di Solo. Saya tidak terutama mendengar seorang mantan presiden membela masa lalunya. Saya mendengar seseorang yang sedang mencari bentuk baru pengabdian setelah kekuasaan formal selesai. -000- Ada begitu banyak isu dalam wawancara itu. Ada Gibran, Iriana, Prabowo, PSI, IKN, demokrasi, ijazah, ekonomi, sampai tudingan mengenai dinasti politik. Namun di balik keramaian isu tersebut, saya menangkap tiga gagasan yang lebih mendasar. Ketiganya berbicara men...

Lupa Bersyukur

Gambar
  Ada begitu banyak keinginan kita sebagai manusia yang terasa datang silih berganti dan tidak ada habis habisnya. Beberapa bulan lalu saya ingin sekali punya hp i phone, setelah saya punya malah saya jual. Ternyata punya hp i phone itu biasa saja, tapi perasaan biasa saja itu saya rasakan setelah saya punya dan pernah pegang serta gunakan hp itu. Ternyata kenikmatan itu umurnya pendek, cepat berlalu, dan mudah terlupakan. Sama halnya segala sesuatu yang kita miliki, selalu lupa kita syukuri. Karena kita selalu memikirkan sesuatu yang belum ada. Akhirnya kita lupa mensyukuri segala hal yang sudah ada. Begitulah hidup, selalu saja ada hal hal yang membuat kita berpikir lagi. Kini di usia yang terbilang melewati masa muda, dengan dua orang anak.. apa yang selalu saya pikirkan tidak selalu tentang masa depan, tapi lebih kepada bagaimana kita bisa mensyukuri sekecil apapun  kebaikan dan kenikmatan yang telah kita dapatkan. Karena tantangan terbesar saat ini adalah lupa cara saya b...

Makan Siang Di Warung Sederhana

Gambar
  Sudah lama saya gak bikin tulisan. Pernyataan awal saya yang harus diakui sendiri karena merasa terlalu sibuk dengan aktifitas sehari hari. Dulu sebelum nikah, menulis menjadi salah satu alternatif untuk saya ungkapin isi hati dan pikiran. Namun seiring berjalannya wakt u, rupanya kebiasaan menulis saya hilang sedikit demi sedikit, tergantikan oleh aktifitas kerja dan pikiran yang selalu membuat rasa lelah. Tapi siang ini, ketika saya berada di warung makan sederhana dekat kantor saya coba untuk menulis lagi. Mengungkapkan isi hati dan pikiran yang kadang menimbulkan was was dalam diri. Saya mungkin seringkali khawatir terkait kondisi atau keadaan masa depan yang saya akan dapatkan. Ditengah persaingan hidup dan pekerjaan yang terus menerus tiada henti, seiring waktu berjalan saya merasa lupa untuk mensyukuri hidup. Saya harusnya lebih bersyukur, walaupun secara pekerjaan gaji yang di dapat tiap bulan mungkin tidak besar, tapi cukuplah untuk menyambung hidup. Bisalah untuk membua...

Memikirkan Kembali Jiwa Sendiri

 Entah kemana larinya jiwa ini, sudah lama ia terasa kosong dan hampa. Hari demi hari berlalu begitu saja, tanpa ada keberkalaan yang hadir. Makna hidup yang sesungguhnya, yang dulu pernah hidup dalam relung hati dan jiwa ini. Tentang semangat yang dulu menggebu gebu memenuhi jiwa dan pikiran. Tentang cita cita yang seringkali dulu hinggap dalam alam pikiranku. Kini semua telah terasa tiada, hidup memang normal kita jalani. Tapi hari harinya serasa tanpa makna, saya seperti tenggelam dalam rutinitas yang itu itu saja. Tidak membosankan, tapi penuh dengan kekosongan. Hidup seperti kehilangan arah dan tujuan, karena sesungguhnya hidup itu harus penuh makna. Tapi apa daya, saat ini semuanya tidak seperti dulu lagi. Ada rasa sedih dalam hati ini. Namun saya juga tidak bisa memahami rasa sedih itu. Ada nilai yang hilang dalam diri ini dan cita cita yang tenggelam bersamanya, namun pikiran ini juga buntu tidak tahu harus berbuat apa. Sekali kali coba saya renungkan lagi tentang hidup yan...