Lupa Bersyukur
Ada begitu banyak keinginan kita sebagai manusia yang terasa datang silih berganti dan tidak ada habis habisnya. Beberapa bulan lalu saya ingin sekali punya hp i phone, setelah saya punya malah saya jual. Ternyata punya hp i phone itu biasa saja, tapi perasaan biasa saja itu saya rasakan setelah saya punya dan pernah pegang serta gunakan hp itu. Ternyata kenikmatan itu umurnya pendek, cepat berlalu, dan mudah terlupakan. Sama halnya segala sesuatu yang kita miliki, selalu lupa kita syukuri. Karena kita selalu memikirkan sesuatu yang belum ada. Akhirnya kita lupa mensyukuri segala hal yang sudah ada. Begitulah hidup, selalu saja ada hal hal yang membuat kita berpikir lagi.
Kini di usia yang terbilang melewati masa muda, dengan dua orang anak.. apa yang selalu saya pikirkan tidak selalu tentang masa depan, tapi lebih kepada bagaimana kita bisa mensyukuri sekecil apapun kebaikan dan kenikmatan yang telah kita dapatkan. Karena tantangan terbesar saat ini adalah lupa cara saya bersyukur terhadap segala hal yang sudah saya raih. Selalu saja timbul rasa kurang, rasa ingin memiliki, dan rasa belum puas. Yang membuat semua pencapaian menjadi hambar.
Misalnya di sisi pekerjaan, ketika melihat lagi ke belakang bahwa saya adalah alumni pendidikan S2 dari kampus ternama di Jogja, dan berpikir tidak semestinya saya hanya sekedar menjadi seorang penjual rumah, atau staf biasa di tempat kerja. Disana saya tersadar bahwa saya belum bersyukur atas nikmat itu. Coba saya lihat lagi bagaimana orang lain begitu lelah mencari kerja, sementara keadaan saya jauh lebih baik daripada sebagian teman teman yang juga alumni S2 tapi belum memiliki pekerjaan yang baik seperti saya.
Yang perlu kita lakukan saat ini adalah bersyukur, lalu berusaha untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Meningkatkan karir kita menjadi lebih sesuai lagi, dan lebih percaya diri menatap masa depan.



Komentar
Posting Komentar
Silahkan tulis komentar, ataupun opini anda pada kolom ini. Terimakasih