Makan Siang Di Warung Sederhana

 

Sudah lama saya gak bikin tulisan. Pernyataan awal saya yang harus diakui sendiri karena merasa terlalu sibuk dengan aktifitas sehari hari. Dulu sebelum nikah, menulis menjadi salah satu alternatif untuk saya ungkapin isi hati dan pikiran. Namun seiring berjalannya waktu, rupanya kebiasaan menulis saya hilang sedikit demi sedikit, tergantikan oleh aktifitas kerja dan pikiran yang selalu membuat rasa lelah.

Tapi siang ini, ketika saya berada di warung makan sederhana dekat kantor saya coba untuk menulis lagi. Mengungkapkan isi hati dan pikiran yang kadang menimbulkan was was dalam diri. Saya mungkin seringkali khawatir terkait kondisi atau keadaan masa depan yang saya akan dapatkan. Ditengah persaingan hidup dan pekerjaan yang terus menerus tiada henti, seiring waktu berjalan saya merasa lupa untuk mensyukuri hidup.

Saya harusnya lebih bersyukur, walaupun secara pekerjaan gaji yang di dapat tiap bulan mungkin tidak besar, tapi cukuplah untuk menyambung hidup. Bisalah untuk membuat keluarga merasa nyaman di rumah dan tidak khawatir tentang apa yang akan kami makan besok. Sejauh ini saya juga masih bisa bekerja dan diberi kesehatan, namun kadangkala pikiran saya mengatakan "apakah keadaan saya susah stuck??" Hingga tak dapat lagi berpikir untuk merubah nasib menjadi lebih baik lagi.

Di kantor juga terasa agak membosankan, satu tim kerja saya betul betul membuat saya merasa kesal, karena seringkali dia melakukan sesuatu yang menurut saya salah, tapi dia berpikir itu biasa saja. Saya berusaha untuk tidak dendam padanya, tapi karena sudah berulangkali maka perasaan saya juga males untuk menegurnya lagi. Ga peduli tentang dirinya dan siapa dia, yang pasti pikiran saya mengatakan bahwa dia memiliki dua wajah, satu sisi terlihat polos di depan, di sisi lain seperti ular yang mematok dari belakang. 

Begitulah kehidupan, kadang kita berhadap dengan keadaan yang membuat kita merasa jengkel dan lelah bukan semata akibat pekerjaan itu, Malian karena faktor X yang timbul dari resiko bekerja itu. 

Akhirnya makan siang kali ini bisa juga saya nulis dengan mengungkapkan isi hati dan pikiran saya. 😁😁😁😁. Hidup ini cuma sendal gurau, kadang kita bahagia kadang juga kita susah. Yang penting kita jalani dan syukuri, insya Allah nikmat itu akan bertambah dengan cara caranya Allah...Aamiin 

Mataram, 12 Agustus 2026

Ttd

AR Khadafi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TINJAUAN ATAS KITAB AL-SIRAT AL-MUSTAQIM KARANGAN SYAIKH NUR AL-DIN AL-RANIRI

Seni Memilih Kawan

Selamat Jalan Eyang Habibie