Postingan

ARKHA VISION 2028

Gambar
Barangkali memang jalan hidup saya harus seperti ini, berjauhan dari keluarga, terpisah ruang dan waktu, dengan ibu, adik, ayah, dan kakak, serta semua kerabat yang lain. bahkan sejak kecil saya sudah tidak satu rumah dengan ayah. Ada hikmah tersendiri tentu yang dapat saya petik. Mungkin saja kalau ayah dan ibu saya tidak bercerai saya akan menjadi seorang pedagang saat ini, dan atau menjadi TKI. Padahal keluarga saya bukanlah keluarga yang "kekurangan" secara materi, karena almarhum kakek saya  merupakan orang terpandang juga terkaya waktu itu. Sempat juga sampai memiliki dua buah mobil, sebagai ukuran kekayaan yang terus bertambah, bisnisnya beliau meraja lela. Tapi disini saya tidak ingin berbicara tentang almarhum kakek saya, juga almarhumah nenek saya yang tidak pernah saya lihat seja kecil, bahkan ibu saya sendiri tidak pernah melihat rupanya. sebab waktu ibu saya kecil, nenek saya sudah meninggal. Jadi otomatis kakek pun menikah lagi dan dikarunia 4 orang anak, T...

MUKERNAS KAKAMMI I: Rekomendasi Capres RI

Gambar
Gagasan imajinatif ini dibutuhkan untuk memperbaiki narasi bernegara Indonesia, sebab saat ini Indonesia sudah kehilangan arah dan tujuannya. Kita tidak bisa terus seperti ini, semua dibungkam, dan semua takut untuk mengeluarkan pendapat. tentu hal ini tidak akan menjadikan kita lebih maju dari proses bernegara. Sebab proses bernegara itu perlu dialog, perlu tukar pikiran bukan membungkam pikiran. Kalimat itulah yang meluncur dari dialog bersama Fahri Hamzah hari ini. Dua hari belakangan ini saya berkesempatan ikut hadir dalam Musyawarah Kerja Nasional Kelaurga Alumni KAMMI ke-I, di hotel Royal Kuningan, Jakarta., dari tanggal 3 sampai 4 Februari 2018 esok. Tentu hal ini sangat berharga bagi saya, sebab sudah sejak 2014 silam saya sudah tidak terlalu aktif di KAMMI. Kini,  setelah tiga tahun saya telah menjadi alumni. sekitar bulan Nopember 2017 lalu saya juga ikut menghadiri deklarasi KA_KAMMI NTB. Dan hari ini saya berkesempatan untuk mengikuti acara yang maha penting. S...

FORTUNATELY

Gambar
Dalam bahasa Inggris rasa syukur disebut dengan fortnately yang menandakan rasa keberuntungan dan keberterimakasihan terhadap Tuhan yang Maha Kuasa. Barangkali hal inilah yang sekarang saya rasakan. Saya bisa merasakan hal-hal kecil yang saya lakukan justru membahagiakan saya dan menyenangkan hati saya. Sebab kebersyukuran atas nikmat terhadap Tuhan yang Maha Kuasa. Ada banyak cerita yang membuat saya merasa bahagia (happines),   hal-hal kecil yang saya maksud seperti kehangatan mengerjakan tugas kuliah secara bersama-sama dengan teman-teman kampus, dimana kami saling memotivasi agar bisa mencapai target wisuda sesuai jadwal. Keceriaan melihat anak-anak didik saya bermain setelah mereka berhasil menyelesaikan bacaan qur’annya. Permainan yang paling menyenangkan hati mereka saat ini adalah bermain bola kasti, walaupun kadang mereka kesakitan terkena lemparan bola kasti, tapi mereka selalu tertawa bahagia, berusaha sekuat tenaga memukul bola sejauh-jauhnya, dan berlari seke...

Menikmati Hujan di Kampung Qur'an

Gambar
 Begian terpenting dalam hidup kita adalah kebermaknaan. Ada satu hadis dari Nabi SAW yang menyatakan "sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi hidupnya". Nah hadis ini telah memotivasi saya untuk menjadi bagian yang tidak kalah bermanfaatnya dari manusia yang lain. Saya bersyukur bisa berada disini, di kampung Rukem. Sebuah kampung yang terletak diantara perbukitan yang sangat menawan, hijau, rindang, dan peengan kesejukan. Tidak kalah penting tentu saja keramahan masyarakatnya. Bagi saya, inilah proses yang mahapenting dalam pembentukan rasa kebersyukuran dalam diri saya. Setiap hari bertemu dengan masyarakat, bertemu dengan anak-anak dengan tingkah laku dan pola bermainnya yang menggemaskan, serta keceriaan ibu-ibu yang mengikuti pengajian setiap hari minggu. Mungkin Allah swt sedang mendidik saya juga sekarang, bahwa belajar tidak mesti di kampus, di kampung orang juga kita bisa belajar. Ya.., disinilah saya belajar tentang pentingnya menikmati hujan. ...

Pinangan dari Taiwan

Gambar
Saya kagum sama teman saya, ia mendapatkan undangan untuk melanjutkan studinya (tingkat magister) ke luar negeri yaitu Taiwan. Sebelum ia lulus dari kampusnya, fakultas keperawatan Universitas Airlangga undangan itu telah sampai ke alamat rumahnya. Tapi ia lebih memilih untuk tidak mengambil undangan itu. Bagi saya, keputusannya menolak itu memang agak aneh. Tapi..., mungkin dia punya pertimbangan lain untuk tidak mengambil undangan itu. Sebelumnya, ia juga mendapatkan kehormatan menjadi delegasi yang ke Belanda. Kisah-kisah perjalanannya ke Belanda saya baca melalui akun facebooknya. Sepertinya pengalaman keliling Eropa itu telah mengalahkan sebuah pengalaman untuk bisa hidup di Taiwan. Tahun lalu ia juga mendapatkan kesempatan ke Amerika Serikat, saya tidak tahu agenda kepergiannya  apa, tapi sepertinya kegiatan kepemudaan sedunia, dimana ia adalah salah satu wakil dari kawasan ASEAN. Saya sempat bertemu dengannya tahun 2015 lalu di Universitas Tanjungpura Pontianak k...

Hukum Progresif: Aksi, Bukan Teks*

Gambar
Hukum progresif adalah sebuah konsep mengenal cara berhukum. Cara berhukum tidak hanya satu, melainkan bermacam-macam. Diantara cara berhukum yang bermacam-macam itu, hukum progresif memiliki tempatnya sendiri. Untuk membuat deskripsi yang jelas mengenai hukum progresif, maka ia dapat dihadapkan kepada cara berhukum yang positif legalistis. Dalam cara berhukum terakhir, maka berhukum adalah menerapkan undang-undang. Cara berhukum yang demikian ini semata-mata berdasarkan undang-undang (alles binnen de kader van de wet) atau “mengeja undang-undang”. Disini orang tidak berfikir jauh kecuali  membaca teks dan logika penerapannya. Cara berhukum seperti ini adalah ibarat menarik garis lurus antara dua titik. Titik yang satu adalah (pasal) undang-undang dan titik yang lain adalah fakta yang terjadi. Segalanya berjalan secara linier, sehingga cara berhukum sudah seperti mesin otomatis. Paul Scholten menyebutnya sebagai “ hanteren van logische figuren ” (Scholten, 1954) sedang...

Hatta; Inspirasi Kemahasiswaan Saya

Gambar
Replika teks proklamasi di Monumen Jogja Kembali (Monjali) Sudah hampir dua tahun saya kembali menjadi mahasiswa lagi. Mahasiswa tentu sebutan yang sangat luar biasa bagi kebanyakan orang. Terlebih mahasiswa S2 yang kuliah di Yogyakarta, bagi saya yang berasal dari  luar  Jawa, sungguh akan sangat mengagumkan. Waktu jadi mahasiswa S1 di Universitas Mataram saya membawa satu visi yaitu menjadi mahasiswa yang berguna bagi masyarakat. Sebab saya pikir, yang membedakan saya dengan status siswa adalah kegunaannya di masyarakat. Idealisme saya tumbuh, sebab saya bergabung dengan teman-teman di gerakan mahasiswa baik internal maupun eksternal kampus. Walaupun  saya bukanlah termasuk mahasiswa yang terlalu idealis. Sebab segalanya masih bisa saya kompromikan. Satu mahasiswa yang menjadi idola saya adalah Soe Hok Gie, dalam buku Catatan Seorang Demonstran saya terkesan dengan aksi-aksinya juga idealisme yang dimilikinya. Masa-masa menjadi mahasiswa..., saya men...