Postingan

Merindukan Senyuman Nana dan Bunda

Gambar
Seharian dari jam satu siang hingga sore menjelang petang kemarin saya menemani mas Maul, mbak Uniq, dan mas Afif jalan mengantar mas Dena ke Bandara Adi Sucipto. Sebelum ke bandara kami memilih untuk makan siang bareng di salah satu rumah makan yang menyediakan sate keletek sekitaran belakang Mall Ambarukmo. Sejak dari kantor hingga ke beberapa lokasi yang kami singgahi, di dalam mobil saya diam-diam memperhatikan Uma anaknya mas Maul yang baru berusia sekitar 3 tahun. Nampaknya Uma sangat sibuk dengan gadget yang ia pegang. Memainkan jari jemarinya dengan berbagai aplikasi permainan di smartphone itu. Terlihat lebih pandai dari kami yang sudah lulus sarjana daripada dia.  Saya agak merasa miris sebab Uma kehilangan interaksi sosialnya bersama kami. “cara paling ampuh membuat anak tidak menangis adalah memberi dia gadget” begitulah cetus saya dalam hati, sambil terus ngobrol sama mas Dena yang baru ketemu lagi setelah dua tahun. Dalam edisi ahad  9 Desember 2019 kor...

CERITA KITA DISINI

Saya baru saja selesai mencuci pakaian di kamar mandi yang terletak di sampung kiri musholla Miftaahul Hudaa.   Kamar mandi ini dulu merupakan bantuan renovasi dari lembaga tempat saya bernaung. Setelah itu bergegas untuk jalan-jalan keliling kampung sambil tangan kiri saya sibuk menenteng kamera Nikon D.90 yang sudah setahun   menemani saya di Rukem. Sejenak sebelum melangkah keluar dari depan pintu kamar, saya berfikir hendak memulai langkah awal darimana. Tak lama kemudian kliiiiink..., pikiran tertuju ke rumah pak Kaum. Ya..., sepertinya akan tepat kalau ke rumah pak kaum, mengingat saya harus membicarakan banyak hal, terutama terkait dengan rencana pembuatan Tugu Kampung Qur’an dengan logo PPPA Daarul Qur’an yang baru dan logo YBM PLN. Setelah berjalan melangkah kurang lebih 30 meter ke arah rumah beliau, tak sampai lima menit saya sudah sampai di rumahnya. Tok...tok..tok.., saya ketuk pintu sambil mengucapkan salam kurang lebih tiga kali saya ketok-ketok, suara pak ...

TRADISIONALITAS DALAM MASYARAKAT

Gambar
Bentuk rumah, adat istiadat, keseharian, tingkat pendidikan, infrastruktur umum, dan pendapatan ekonomi, tak banyak yang berubah sejak dulu. Semua masih larut dalam tradisi yang menghambat arus zaman, terlalu nyaman dengan mitologi jaman kejayaan masa lalu dan tidak siap menerima perubahan moderintas yang lebih baik. Seperti yang saya katakan diatas, rumah-rumah masih nampak seperti bentuk aslinya dari zaman sebelum kemerdekaan, beralantaikan tanah dan bertembok anyaman bambu. Semua memiliki prinsip hidup sederhana, wallohua’lam apakah itu betul-betul bentuk kesederhanaan ataukah karena keadaan memaksa (dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah overmacht) karena belum mampu bangkit secara ekonomi. Kegotongroyongan memang masih kuat, namun itu juga serasa menghambat, sebab banyak urusan lebih penting yang tertunda karena urusan-urusan ritus yang minus urgensitas. Kita mengenalnya dengan beragam bentuk slametan atu kenduri baik utnuk anak yang masih dalam kandungan hingga kend...

WARNA WARNI RASA HATI

Gambar
Waktu sudah menunjukkan larut malam, tapi mata saya belum juga bisa dipenjamkan. Entah kenapa..? rasanya ada sesuatu yang mengganjal dalam hati saya, dari tadi saya coba untuk tidur dan sejenak terlelap, tapi kemudian bangun kembali. Pikiran saya terbang kemana-mana, terpikirkan dan terbayangkan banyak hal yang belum jelas, terutama tentang masa depan. Apakah saya akan disini terus..? seketika pertanyaan itu muncul dalam hati saya, disambut dengan bayangan-bayangan masa depan dengan semua rencana yang telah dibuat beberapa tahun lalu. Saya tidak menerima e-mail dari Harvard University seperti bayangan perkiraan saya dua tahun lalu, dan tidak juga wisuda dengan ditemani seorang istri seperti impian yang telah saya targetkan. Banyak faktor yang membuatnya tidak bisa direalisasikan, tapi saya tak akan mengungkapkannya disini. Semua itu adalah hal yang saya impikan dua tahun lalu. Kini saya kemudian bertanya.., setelah ini apa langkah saya selanjutnya ...? hari-hari yang membosanka...

SITUASI YANG MEMANDEGKAN

Gambar
Nampaknya pikiran saya sudah mulai jenuh, mulai kehilangan imajinasi dan daya nalar untuk menulis tentang berbagai macam hal. Ya..coba saja anda perhatikan blog ini, lebih dari dua bulan tidak ada tulisan yang terpublis. Tidak ada tulisan inspiratif yang saya telurkan, tidak ada analisis kasus yang saya kemukakan, tidak ada teori ilmiah yang saya sampaikan, dan tidak ada opini-opini yang saya buat dalam sebuah artikel. Saya juga mulai heran, lulus kuliah S2 sepertinya bukan menjadi awal yang baik bagi karir kepenulisan saya. Ketika saya bercita-cita jadi seorang ilmuwan maka saya berharap bisa melakukan analisis-analisis kecil untuk di deskripsikan menjadi sebuah tulisan dan alternatif solusi atas permasalahan tertentu yang coba dibahas. Tapi belakang hari, entah kesibukan apa yang menyertai diri saya hingga tak satupun tulisan mampu saya kemukakan. Sebuah situasi yang memandegkan diri saya, jiwa dan pikiran saya. Saya seolah-olah seperti anak SD kelas 1 yang tidak memil...

Hukum Menikah Karena Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD)

Gambar
ilustrasi: mohon ampun dan berserah diri pada Allah (dok.pribadi) Pendahuluan Kita berlindung kepada Allah dari godaan  syaithon  yang terkutuk. Sebab setiap orang tidak akan pernah lepas dari dosa dan dosa, khilaf dan salah,  dalam hidup di dunia ini. Apalagi zaman sekarang, dimana batas antara satu tempat dengan tempat lainnya begitu dekat, jarak tidak menjadi masalah, komunikasi bisa berlangsung dua arah, dan media sosial berkembang pesat. Seiring berkembangnya teknologi, maka semua menjadi mudah. Tidak terkecuali dengan kedekatan antara wanita dan laki-laki bisa terjalin melalui media sosial. Bisa dimanfaatkan untuk berbisnis, saling bersahabat, berdiskusi, dan tentu saja memperbanyak saudara sahabat. Tapi tak jarang juga media sosial menjerumuskan pada perbuatan salah, perbuatan yang menimbulkan mala petaka, zina, narkoba, dan lain sebagainya. Kasus-Kasus Aborsi Tahun 2017 lalu, seorang siswi SMK membunuh anak yang baru dilahirkannya karena ana...

Tantangan Dakwah

Islam Mengajarkan Kita Berdakwah Beberapa hari ini saya sedang suka nulis. Ya..., sekedar melepas pikiran dalam otak. Agar energi positif dalam diri saya bisa tersalurkan. Sebab saya tahu..kadang tugas sebagai relawan itu akan memiliki kejenuhan, berganti dengan keinginan segera memiliki karir baru. Bayangkan saja, setiap kali hendak berfikir terkait masa depan saya, maka satu pertanyaan yang muncul "apa akan terus begini?". Ternyata tuga dakwah itu gampang-gampang susah. 1. Tantangannya bisa berasal dari lingkungan, kalau cara dakwah kita tidak bisa di terima masyarakat. 2. Tantangannya bisa jaadi datang dari diri sendiri, kalau keinginan untuk maju secara ekonomi segera ingin dilakukan. Memang harus pandai pandai bersyukur, dan melakukan kegiatan dakwah itu sesuai kemampuan, kebutuhan, juga tingkat kesenangan. Jangan dah mikirin yang lain dulu. Tetapkan saja tujuan dakwah sesuai keinginan masyarakat. Kalau masyarakat suka yasinan, maka sangat bagus kalau diadak...