Merindukan Senyuman Nana dan Bunda
Seharian dari jam satu siang hingga sore menjelang petang kemarin saya menemani mas Maul, mbak Uniq, dan mas Afif jalan mengantar mas Dena ke Bandara Adi Sucipto. Sebelum ke bandara kami memilih untuk makan siang bareng di salah satu rumah makan yang menyediakan sate keletek sekitaran belakang Mall Ambarukmo. Sejak dari kantor hingga ke beberapa lokasi yang kami singgahi, di dalam mobil saya diam-diam memperhatikan Uma anaknya mas Maul yang baru berusia sekitar 3 tahun. Nampaknya Uma sangat sibuk dengan gadget yang ia pegang. Memainkan jari jemarinya dengan berbagai aplikasi permainan di smartphone itu. Terlihat lebih pandai dari kami yang sudah lulus sarjana daripada dia. Saya agak merasa miris sebab Uma kehilangan interaksi sosialnya bersama kami. “cara paling ampuh membuat anak tidak menangis adalah memberi dia gadget” begitulah cetus saya dalam hati, sambil terus ngobrol sama mas Dena yang baru ketemu lagi setelah dua tahun. Dalam edisi ahad 9 Desember 2019 kor...