Postingan

Sebaiknya tidak ada harapan

Gambar
Sudah lama saya ingin menuliskan kisah kisah pribadi di blog. Tapi kadang saya mikir, apakah menulis kisah di blog akan memberikan perubahan bagi saya dan orang banyak. Saya tidak ingin yang saya kisahkan justru adalah kebohongan. Tapi tentu saja bukan itu maksudku yang sesungguhnya. Menceritakan kisah hidup pribadi layaknya Bung Karno yang menceritakan kisah perjalanan hidupnya dalam satu buku yang di susun oleh Cindy Adam. Akupun tak menampik, jika cerita cerita hidupku adalah cerita receh yang tak terlalu punya banyak makna. Tak seperti Bung Karno, atau Soe Hok Gie, atau misalnya Habibie. Ceritaku adalah cerita tentang isi hati dan pikiran yang kadang lebih banyak adalah keluhan atau harapan. Menuliskannya..., kadang akupun malu. Tak tau siapa yang akan membacanya, hanya ingin ku katakan "aku juga ingin menulis" itu saja. Aku ingin menulis seperti yang dulu..., tapi lama kelamaan serasa makin tidal bisa. Akupun ingin menulis buku, tapi semakin kesini minat bacaku ju...

Lima Hari Bersama "Mereka"

Gambar
Disini aku telah menemukan kehangatan keluarga baru. Tepatnya 56 km arah barat jogja. Di sebuah kota kecil eksotis nan indah yang bernama Purworejo. Purworejo adalah rumah dan keluarga kedua bagiku. Aku selalu ingat pesannya Bu Jumi "agar meninggalkan separuh hati di kampung Rukem" salah satu kampung yang ada disini. Rupanya bukan hanya separuh hatiku yang tertinggal tapi hampir seluruhnya telah tertinggal di Rukem. Aku begitu mencintai kampung ini. Kampung yang membuatku selalu ingin datang dan datang kembali. Bisa dibayangkan, untuk tahun ini sudah 3 kali aku pergi pulang kesini. Warga yang begitu baik telah menumbuhkan rasa rindu tersendiri yang susah di obati kalau tidak bertemu. Maka selalu ku luangkan waktu untuk berdoa memohon kepada Allah agar tetap bisa mengunjungi warga disini. Aku rindu dengan masakan bu Nah, rindu dengan kupat tahunya bu Jumi, rindu nasehatnya pak Kaum Sudiyo, rindu canda tawanya bu Bayan Andri. Lebih dari itu aku juga sangat rindu pada ...

Bisakah S3 Ke Harvard...???

Gambar
Sebuah pertanyaan tiba-tiba muncul dalam pikiranku. Tentang cita cita yang belum disampaikan. Seakan aku tidak pernah puasa dengan keadaan yang telah ku raih. Aku bukannya tidak bersyukur dengan takdir Tuhan yang telah mengizinkanku memasuki perguruan tinggi bahkan sampai di program pasca sarjana. Namun cita cita terlalu sering menagih janji yang telah dituliskan. "Bakalan S3 Ke Harvard" insya Allah, kalimat yang selalu terngiang ini membuatku bertanya tanya kini. Mampukah aku S3 Ke Harvard..??? Jikalau menengok keadaan hari ini rasanya akan terlampau sulit. Bahkan bisa jadi hanya keinginan utopis yang tidak akan pernah terwujud. Sepulang sholat ashar tadi...,terpaksa ku cari lagi buku buku yang bisa neyakinkanku bahwa di dunia ini "everything is possible". Membuang jauh jauh pikiran negatif, dan memotivasi diri..."mimpi aja dulu, gak usah khawatir semua juga bakal ketemu jalannya". Jalan yang memang masih misteri..., dan misteri jodoh yang tak kunjung...

Kita Yang Selalu Meminta Lebih

Gambar
Kita Yang Selalu Meminta Lebih Gejolak hidup memang tidak akan pernah usai pada dirikita. Tiap diri diciptakan untuk menghadapi tantangan demi tantangan hidup yang tuhan sediakan untuk membuat kita senantiasa kembali lebih dekat pada diriNya, sebab Ia tahu bahwa manusia itu gampang lalai dan sangat lemah. Seorang sahabat saya terpaksa di cap tak punya akhlak karena urusan rumah tangganya. Selisih paham di internal keluarganya telah menjadi konsumsi public yang negative di mata masyarakat kampong dan lembaga tempatnya mencari nafkah. Ada juga seorang kawan yang terpaksa bolak balik ke polisi untuk menjernihkan kasus atasannya yang diduga menyelewangkan dana perusahaan. Ia tersangkut pau karena merupakan direksi di perusahaan itu. Masalah tidak selesai sampai disana, kenyataan yang lain ia sedang dihadapkan pada urusan politik yang lebih kompleks. Di kampung tetangga seorang kiyai kehilangan legitimasi public (distrust) terhadap dirinya dari para kolega di pemerintaha...

KECEWA

Gambar
Agama bisa didefinisikan sebagai sebuah sistem norma-norma dan nilai-nilai manusia yang didasarkan pada keyakinan pada suatu tatanan super. Pengertian ini disampaikan oleh Juga Nah Ya dari dalam bukunya yang berjudul Sapiens. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa "Agama berpendirian ada sebuah tatanan manusia super, yang bukan produk dari keinginan atau kesepakatan manusia. Dan selanjutnya ia katakan agama berdasarkan pada tatanan manusia super ini, agama menciptakan norma norma dan nilai nilai yang dipandang mengikat". Rasanya manusia memang tidak akan pernah lepas dari urusan beragama. Sebab selain sebagai norma...,sesungguhnya Agama adalah pengisi kekosongan jiwa manusia yang hampa. Dengan agama iya percaya pada Tuhan dan segala kehendak yang menjadi masa depannya. Dengan agama lula manusia hidup damai dan tentram dan terbiasa merelakan prediksi masa depan negatif ke yang lebih baik. Kita tidak pernah tahu bagaimana manusia tidak hidup tanpa kekecewaan. Namun rasa ...

Mengejar Kesuksesan

Gambar
Rumah berwarna hijau itu sudah lama di bangun, pemiliknya hampir empat tahun berada di salah satu negara Arab. Ia bekerja sebagai TKI, cita cita yang selama ini diidamkan sudah terealisasi. Kepungalangannya membawa semangat baru, yaitu semangat menempati rumah hasil jerih payahnya di negeri orang.  Selain rumah berwarna hijau itu, sekitar 500 meter di sebelah utara baru berdiri kokoh gudang tembakau berukuran panjang 50 meter dan lebar 10 meter dengan tinggi 15 meter. Gudang tembakau ini berada di antara tanaman sayur di samping kiri kanannya. Bangunan tersebut sepenuhnya terbuat dari material besi dan alumunium, sementara untuk pondasi digunakan batu dari gunung rinjani, demikian juga pasirnya. Warga mengatakan bahwa tukang tukang yang mengerjakan bangunan gudang ini khusus di datangkan dari Surabaya. Pemilik gudang tembakau bernama Abdi (nama samaran). Tidak jauh dari gudang tembakau, tepatnya sekitar 300 meter juga berdiri deretan gudang yang di sulap dari rumah tin...

Hijau Daun

Gambar
Salah satu Band pop indonesia yang saya kenal adalah Hijau Daun. Band yang populer lewat lagu "menunggu" ini pernah jadi bagian dari perjalanan masa SMA saya. Seringkali dulu teman teman kelas memutar lagu ini saat jam istirahat atau saat jam guru lagi kosong. Entah apa yang menjadi alasan sehingga band ini menamakan dirinya menjadi "Hijau daun" lebih dari itu saya juga tidak terlalu kenal asal muasal band ini, mungkin teman-teman bisa langsung cek di google atau youtube. Ngomong-ngomong soal hijau daun saya jadi ingat saudara saudara kita di Riau, Kalimantan Barat, Palangka Raya, Jambi, Palembang, dan beberapa daerah yang terkena kebakaran hutan tahun ini. Mereka sudah tak dapat lagi menikmati indahnya dedaunan hijau di lagi hari karena terhalang oleh jarak pandang yang makin hilang sebab asap dari kebakaran hutan dan lahan. Saya sebenarnya agak heran..., kok bisa kebakaran hutan terjadi tiap tahun di dua pulau terbesar milik indonesia ini. Kita tahu bah...